Operasi Rutin Satpol PP Kudus, Pengemis dan PKL Menjadi Sasaran Pengawasan Lantik Pengurus FKDT Periode 2025–2030, Bupati Sam’ani Dorong Madin Cetak Generasi Berakhlak Dari Pesantren ke Panggung Nasional: Dosen UIN Sunan Kudus Raih Maheswara Utama BPIP Sabar: Jangan Korbankan 150 Ribu Buruh Rokok Kudus dengan Regulasi yang Memberatkan SMPN 3 Kudus, Sekolah Umum dengan Segudang Prestasi Nasional Kurang dari 9 Jam, Satreskrim Polres Kudus Ringkus Pelaku Curas Lansia di Jati

Opini Publik

Dari APBD ke Arena Kambing: Cerita Lucu di Balik Kontes Embek Kudus 2025

badge-check


					Dari APBD ke Arena Kambing: Cerita Lucu di Balik Kontes Embek Kudus 2025 Perbesar

KUDUS — Centininews.id | Kontes Embek Kudus 2025 yang digelar di kawasan Balai Jagong Kudus berlangsung meriah dengan ratusan peserta dari berbagai daerah. Ajang tahunan yang didanai APBD Kudus Tahun 2025 serta iuran peserta sebesar Rp150 ribu per ekor ini menjadi tontonan menarik bagi masyarakat sekaligus ajang bergengsi bagi para peternak.

Namun, di tengah kemeriahan lomba, muncul cerita menarik dari salah satu peserta asal Semarang, yang dikenal dengan panggilan Irawan. Melalui anak buahnya yang enggan disebutkan namanya, ia menyampaikan bahwa keikutsertaan bosnya kali ini bukan karena ambisi besar untuk menang, melainkan karena “dipaksa halus” oleh teman sendiri yang menjadi panitia.

 

 

“Bos saya Irawan, disuruh ikut sama panitia yang juga temennya sendiri. Katanya biar rame aja, jadi ya dibawa aja kambingnya. Baru pertama kali ini ikut lomba beginian,” ujar anak buah Irawan saat ditemui di lokasi Sabtu, 18 Oktober 2025.

Irawan membawa kambing jenis Suffolk, yaitu ras domba unggulan asal Inggris yang dikenal bertubuh besar dan punya kualitas daging baik. Ia berangkat dari Semarang sejak pukul 05.30 WIB dan tiba di Kudus sekitar 07.30 WIB, khusus untuk mengikuti lomba yang katanya “sekalian jalan-jalan dan menuruti ajakan teman”.

Meski beberapa peserta sempat berkomentar soal biaya pendaftaran yang dianggap agak tinggi, suasana kontes tetap berlangsung ramai dan penuh canda khas para peternak. Deretan kandang tertata di bawah tenda besar berlabel ASPPPEG (Asosiasi Peternak dan Penggemar Embek Gunungkidul), dengan iringan musik dan sorak penonton yang menambah semarak acara.

Event ini menjadi bukti bahwa sektor peternakan di Kudus terus hidup dan berkembang. Hanya saja, sebagian peserta berharap agar pelaksanaan di tahun berikutnya bisa lebih transparan, efisien, dan tidak hanya meriah di permukaan.(SB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Operasi Rutin Satpol PP Kudus, Pengemis dan PKL Menjadi Sasaran Pengawasan

2 Juni 2026 - 10:01 WIB

Lantik Pengurus FKDT Periode 2025–2030, Bupati Sam’ani Dorong Madin Cetak Generasi Berakhlak

2 Juni 2026 - 09:38 WIB

Dari Pesantren ke Panggung Nasional: Dosen UIN Sunan Kudus Raih Maheswara Utama BPIP

1 Juni 2026 - 10:09 WIB

Sabar: Jangan Korbankan 150 Ribu Buruh Rokok Kudus dengan Regulasi yang Memberatkan

31 Mei 2026 - 03:17 WIB

SMPN 3 Kudus, Sekolah Umum dengan Segudang Prestasi Nasional

29 Mei 2026 - 09:44 WIB

Trending di Headline