KUDUS – Centininews.id | Komitmen Pemerintah Kabupaten Kudus dalam memperkuat pendidikan keagamaan kembali ditegaskan melalui pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) se-Kabupaten Kudus periode 2025–2030 yang berlangsung di Gedung Jam’iyyatul Hujjaj Kudus (JHK), Selasa (2/6/2026). Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan pertemuan akbar yang dihadiri sekitar 1.800 guru Madrasah Diniyah (Madin) dari seluruh Kabupaten Kudus.
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menegaskan bahwa pendidikan keagamaan merupakan salah satu fondasi utama dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, berakhlakul karimah, serta memiliki daya saing di tengah perkembangan zaman.


“Penguatan pendidikan keagamaan menjadi salah satu fondasi penting dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, berakhlakul karimah, dan berdaya saing. Karena itu, peran Madrasah Diniyah dan para guru agama sangat strategis dalam membangun masa depan bangsa,” ujar Sam’ani.
Bupati juga mengucapkan selamat kepada para pengurus DPAC FKDT yang baru dilantik. Ia berharap amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab serta mampu memperkuat koordinasi dan pembinaan lembaga Madin di tingkat kecamatan.
Sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik keagamaan, Pemkab Kudus terus mengalokasikan Tunjangan Kesejahteraan Guru Swasta (TKGS). Program tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan guru sekaligus memperkuat kualitas pendidikan keagamaan di Kabupaten Kudus.
Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan, Ahmad Halim, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Kudus serta antusiasme para peserta yang hadir.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat soliditas dan sinergitas seluruh elemen pendidikan keagamaan di Kabupaten Kudus.
“Kurang lebih 1.800 guru Madrasah Diniyah hadir dalam kegiatan ini. Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kudus, para asatidz dan ustadzah, guru Madin se-Kabupaten Kudus, serta seluruh DPAC kecamatan yang telah mendukung dan menyukseskan acara ini,” katanya.
Ahmad Halim menegaskan bahwa FKDT Kudus harus tetap berada dalam satu barisan untuk mengawal kemajuan pendidikan keagamaan sekaligus mendukung program-program pemerintah daerah, khususnya yang berkaitan dengan kesejahteraan guru.
“Harapan ke depan, FKDT Kudus harus satu barisan untuk bersama-sama mengawal dan mendukung program Bapak Bupati Kudus, terutama terkait tunjangan kesejahteraan guru,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya membangun sinergi yang kuat antara DPAC FKDT, kepala Madin, dan para guru agar lembaga pendidikan keagamaan semakin maju dan berkembang.
Berdasarkan data panitia, kegiatan tersebut diikuti perwakilan dari 251 lembaga Madrasah Diniyah yang tersebar di Kabupaten Kudus. Selain guru Madin, hadir pula unsur Forum Penerima HKGS Kabupaten Kudus, FPMS, Badko TPQ, HIMPAUDI, FKWB, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Kudus dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Menariknya, seluruh pelaksanaan kegiatan berlangsung secara mandiri. Panitia menyebutkan bahwa pendanaan acara berasal dari swadaya para guru Madin dan pengurus FKDT tanpa membebani pihak lain.
Melalui kegiatan tersebut, FKDT Kabupaten Kudus berharap semangat kebersamaan dan kekompakan para guru Madin dapat terus terjaga demi meningkatkan kualitas pembelajaran serta memperkuat pendidikan karakter generasi muda.
“Harapannya, para guru tetap solid untuk bersama-sama memajukan lembaga dengan aktivitas pembelajaran yang baik, sehingga Madrasah Diniyah semakin maju dan mampu mencetak generasi yang religius, cerdas, dan berakhlak mulia,” pungkas Ahmad Halim.
Pertemuan akbar dan pelantikan pengurus DPAC FKDT ini menjadi bukti kuatnya kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan keagamaan, dan para guru dalam membangun sumber daya manusia yang unggul melalui penguatan pendidikan agama di Kabupaten Kudus.(Muslim)










