KUDUS – Centininews.id | SMP 2 Jati Kudus terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperkuat budaya peduli lingkungan di lingkungan sekolah. Di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah Susilowati Hadiningsih, S.Pd, M.Pd sekolah ini semakin mantap melangkah menuju predikat Sekolah Adiwiyata Mandiri melalui penerapan disiplin ketat, pengurangan sampah plastik, hingga program lingkungan berkelas internasional.
Komitmen tersebut bahkan berhasil mengantarkan SMP 2 Jati Kudus menjadi salah satu perwakilan Indonesia dalam forum lingkungan tingkat ASIA. Dalam ajang bergengsi itu, sekolah ini sukses meraih penghargaan Best Practice dan Best Performance berkat program lingkungan yang dinilai aplikatif, inovatif, dan berkelanjutan.


Program yang dipresentasikan di tingkat ASIA berfokus pada pengelolaan sampah terpadu serta gerakan penghematan energi listrik di lingkungan sekolah. Capaian tersebut semakin memperkuat reputasi SMP 2 Jati Kudus sebagai sekolah berbasis lingkungan yang konsisten menjalankan budaya hidup hijau.
Disiplin Tinggi Jadi Identitas Sekolah
Sejak resmi menjabat pada 8 Mei 2025, Susilowati Hadiningsih menegaskan bahwa budaya disiplin menjadi identitas utama SMP 2 Jati Kudus. Aturan ketepatan waktu diterapkan secara tegas kepada seluruh siswa.
“Pukul 06.50, pintu gerbang sekolah sudah ditutup. Anak-anak harus sudah masuk semua,” ujarnya.
Selain ketepatan waktu, pengawasan terhadap ketertiban siswa juga dilakukan rutin setiap hari oleh guru piket dan tenaga pendidik. Langkah tersebut diterapkan guna membentuk karakter siswa yang disiplin, mandiri, dan bertanggung jawab.
Gerakan Bebas Plastik Menuju Adiwiyata Mandiri
Sebagai sekolah yang telah meraih predikat Sekolah Adiwiyata Nasional, SMP 2 Jati Kudus kini terus mempersiapkan diri menuju Adiwiyata Mandiri melalui berbagai program ramah lingkungan.
Salah satu kebijakan yang diterapkan yakni mewajibkan seluruh siswa membawa tumbler atau botol minum sendiri serta tempat makan pribadi dari rumah guna mengurangi penggunaan sampah plastik sekali pakai.
Tak hanya itu, pihak sekolah juga melarang seluruh pedagang kantin menggunakan kantong plastik maupun gelas plastik dalam melayani siswa.
Gerakan tersebut menjadi bagian dari budaya hidup bersih dan sehat yang terus dibangun secara konsisten di lingkungan sekolah.
Green Warrior Jadi Garda Terdepan Lingkungan
Keberhasilan program lingkungan di SMP 2 Jati Kudus tidak lepas dari peran aktif para siswa melalui program Green Warrior atau Duta Adiwiyata. Program ini menjadi ekstrakurikuler wajib selain Pramuka yang bertujuan membentuk kader lingkungan sejak dini.
Melalui Green Warrior, siswa diajak menjadi pelopor kebersihan, pengelolaan sampah, penghijauan, hingga penghematan energi listrik di sekolah. Para anggota juga aktif mengedukasi teman-temannya agar memiliki kesadaran tinggi terhadap pentingnya menjaga lingkungan.
Setiap tahunnya, sekolah memilih tiga siswa terbaik untuk dikukuhkan sebagai Duta Adiwiyata yang bertugas menjadi motor penggerak program-program hijau di SMP 2 Jati Kudus.
Kurikulum Merdeka Berjalan Optimal
Di bidang akademik, SMP 2 Jati Kudus kini memasuki tahun kedua penerapan Kurikulum Merdeka. Implementasi kurikulum dilakukan secara maksimal guna meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus capaian akademik siswa.
Guru pengampu IPA sekaligus pengelola bidang kurikulum, Nama Ella Ayuningtyas , S.Pd, menjelaskan bahwa Kurikulum Merdeka memberikan keleluasaan kepada guru untuk mengembangkan materi pembelajaran yang lebih adaptif sesuai karakteristik siswa dan kebutuhan sekolah.
Menurutnya, struktur Kurikulum Merdeka terbagi dalam tiga pilar utama, yakni intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler.
Pada kegiatan intrakurikuler, siswa mengikuti pembelajaran reguler yang mencakup 11 mata pelajaran utama hingga layanan Bimbingan dan Konseling. Sementara pada kegiatan kokurikuler, siswa menjalani pembelajaran berbasis proyek atau Project Based Learning guna memperkuat karakter dan pengalaman nyata di lapangan.
“Anak-anak diajak membuat proyek nyata agar pembelajaran lebih hidup dan membentuk karakter secara langsung,” jelasnya.
Miliki Lebih dari 16 Ekstrakurikuler Berprestasi
Dalam pengembangan minat dan bakat siswa, SMP 2 Jati Kudus menyediakan lebih dari 16 pilihan kegiatan ekstrakurikuler yang meliputi olahraga, keagamaan, seni, jurnalistik, Pramuka, PMR, UKS, hingga pembinaan Olimpiade Sains Nasional (OSN).
Di bidang olahraga, siswa SMP 2 Jati Kudus rutin menorehkan prestasi hingga tingkat provinsi setiap tahunnya. Cabang olahraga seperti gulat, angkat besi, petanque, sepak takraw, dan futsal menjadi andalan sekolah dalam berbagai kompetisi.
Bahkan, atlet sepak takraw berprestasi dari sekolah ini disebut langsung diterima di SMA Al-Ma’ruf tanpa melalui tes reguler karena kemampuan yang dimiliki.
Sementara dalam bidang seni budaya, sekolah terus aktif melestarikan budaya lokal melalui ekstrakurikuler tari, vokal, dan bahasa Jawa. Pada ajang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI), siswa SMP 2 Jati Kudus juga konsisten meraih prestasi dalam lomba mendongeng dan sesorah bahasa Jawa.
Melalui sinergi budaya disiplin, inovasi lingkungan, optimalisasi Kurikulum Merdeka, serta pengembangan bakat siswa, SMP 2 Jati Kudus optimistis mampu mencetak generasi unggul yang berprestasi secara akademik, berkarakter kuat, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap kelestarian lingkungan hingga tingkat internasional.(muslim)














