Kirab Lentog Tanjung 2026, Merawat Jejak Budaya Tempo Dulu dan Menggerakkan UMKM Desa SMP 1 Bae Kudus, Sekolah Adiwiyata Nasional Bertabur Prestasi dan Siap Sambut Siswa Baru SDIT Al Islam Kudus Cetak Generasi Sholih dan Berprestasi, Torehkan Prestasi hingga Tingkat Nasional Operasi Rutin Satpol PP Kudus, Pengemis dan PKL Menjadi Sasaran Pengawasan Lantik Pengurus FKDT Periode 2025–2030, Bupati Sam’ani Dorong Madin Cetak Generasi Berakhlak Dari Pesantren ke Panggung Nasional: Dosen UIN Sunan Kudus Raih Maheswara Utama BPIP

News

Kirab Lentog Tanjung 2026, Merawat Jejak Budaya Tempo Dulu dan Menggerakkan UMKM Desa

badge-check


					Kirab Lentog Tanjung 2026, Merawat Jejak Budaya Tempo Dulu dan Menggerakkan UMKM Desa Perbesar

KUDUS – Centininews.id | Suasana berbeda tampak mewarnai gelaran Kirab Lentok Tanjung 2026 yang diselenggarakan Pemerintah Desa Tanjung Karang, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Minggu (7/6/2026). Mengusung tema “Tanjung Karang Tempo Dulu”, acara tahunan yang telah menjadi tradisi masyarakat setempat ini berhasil menyedot perhatian ribuan warga yang memadati sepanjang rute kirab.

Tema tempo dulu dipilih sebagai upaya mengenang sejarah perjalanan Desa Tanjung Karang dari masa ke masa. Selain menjadi sarana hiburan masyarakat, kirab ini juga menjadi momentum refleksi bagi warga untuk meneladani semangat para pendahulu dalam membangun desa hingga menjadi desa yang maju seperti saat ini.

 

 

Kepala Desa Tanjung Karang, Sumarno, mengatakan bahwa tema tersebut diangkat untuk mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, agar tidak melupakan akar sejarah dan budaya desa.

“Melalui tema tempo dulu ini, kami ingin mengingat kembali perjuangan para pendahulu sekaligus melakukan napak tilas sejarah Desa Tanjung Karang. Harapannya, masyarakat dapat terus menjaga kebersamaan dan semangat gotong royong dalam membangun desa,” ujarnya.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Kirab Lentok tahun ini digelar pada siang hari. Menurut panitia, waktu pelaksanaan tersebut dipilih agar lebih efektif dan memungkinkan anak-anak muda serta pelajar dapat berpartisipasi secara maksimal.

Kirab diikuti oleh tujuh RW, tokoh masyarakat, tokoh agama, lembaga pendidikan, serta sejumlah perusahaan yang berada di wilayah desa. Para peserta tampil dengan beragam kostum bernuansa tempo dulu yang menggambarkan kehidupan masyarakat pada masa lampau.

Tidak hanya itu, berbagai jajanan tradisional dan kuliner khas jadul turut menjadi daya tarik tersendiri. Setiap RW menampilkan aneka makanan tradisional yang diproduksi langsung oleh warga setempat.

Kemeriahan acara semakin terasa dengan hadirnya berbagai permainan tradisional seperti gobak sodor, rincung, dan permainan rakyat lainnya yang disediakan di setiap stan RW. Permainan tersebut menjadi hiburan sekaligus sarana edukasi bagi generasi muda untuk mengenal budaya permainan tradisional yang kini mulai jarang ditemui.

Selain melestarikan budaya, kegiatan ini juga diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat melalui pengembangan sektor UMKM desa.

“Seluruh makanan yang disajikan merupakan hasil produksi warga. Kami ingin potensi UMKM yang selama ini belum tergali bisa berkembang. Jika mendapat respons positif dari masyarakat, bukan tidak mungkin kegiatan kuliner tradisional ini akan digelar secara rutin,” jelas Sumarno.

Sementara itu, Camat Jati, Zaenudin, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut memberikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Tanjung Karang dan seluruh masyarakat yang terus menjaga tradisi lokal.

Menurutnya, Kirab Lentok bukan sekadar acara budaya, tetapi juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis kearifan lokal.

“Saya kira ini budaya dan kebiasaan yang baik. Ke depan, di bawah kepemimpinan Pemerintah Desa Tanjung Karang, kegiatan ini dapat menjadi potensi wisata yang menarik sekaligus memperkenalkan Lentok lebih luas kepada masyarakat. Lentok sudah menjadi brand yang melekat kuat dengan Desa Tanjung Karang dan harus terus dijaga serta dilestarikan,” kata Zaenudin.

Melalui Kirab Lentok Tanjung 2026, masyarakat tidak hanya diajak mengenang masa lalu, tetapi juga memperkuat identitas budaya desa, meningkatkan kebersamaan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui pemberdayaan UMKM dan pelestarian tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.(muslim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

SMP 1 Bae Kudus, Sekolah Adiwiyata Nasional Bertabur Prestasi dan Siap Sambut Siswa Baru

6 Juni 2026 - 10:24 WIB

SDIT Al Islam Kudus Cetak Generasi Sholih dan Berprestasi, Torehkan Prestasi hingga Tingkat Nasional

6 Juni 2026 - 03:04 WIB

Operasi Rutin Satpol PP Kudus, Pengemis dan PKL Menjadi Sasaran Pengawasan

2 Juni 2026 - 10:01 WIB

Lantik Pengurus FKDT Periode 2025–2030, Bupati Sam’ani Dorong Madin Cetak Generasi Berakhlak

2 Juni 2026 - 09:38 WIB

Dari Pesantren ke Panggung Nasional: Dosen UIN Sunan Kudus Raih Maheswara Utama BPIP

1 Juni 2026 - 10:09 WIB

Trending di Headline