KUDUS – Centininews.id | Suasana kawasan Balai Jagong Kudus pada Sabtu malam (16/5/2026) terlihat semakin semarak dan penuh kekompakan. Para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di kawasan tersebut tampak serempak mengenakan kaos berlogo resmi Hari Jadi Kabupaten Kudus ke-477 bertuliskan “Urup Ngguripi Kudus”.
Meski peringatan Hari Jadi Kudus masih akan berlangsung pada 23 September mendatang, antusiasme para pedagang sudah mulai terasa sejak sekarang. Kekompakan itu menjadi simbol kecintaan masyarakat kecil terhadap Kota Kudus sekaligus bentuk dukungan terhadap kemeriahan peringatan hari jadi daerah.

Frenki Ketua Paguyuban PKL Balai Jagong mengatakan, penggunaan kaos HUT Kudus tersebut merupakan bentuk kebersamaan para pedagang sekaligus upaya ikut memeriahkan momentum penting bagi masyarakat Kudus.
“Kami ingin ikut meramaikan dan menunjukkan kalau PKL Balai Jagong juga punya rasa memiliki terhadap Kudus. Walaupun perayaannya masih beberapa bulan lagi, semangatnya sudah kami mulai dari sekarang,” ujarnya.
Ia menambahkan, kawasan Balai Jagong selama ini tidak hanya menjadi tempat berjualan, tetapi juga ruang berkumpul masyarakat dari berbagai kalangan. Karena itu, momentum HUT Kudus dianggap menjadi bagian penting yang patut disambut bersama-sama.
Salah satu pedagang yang akrab dipanggil “Dodik” juga mengaku senang bisa ikut mengenakan kaos bertema HUT Kudus bersama pedagang lainnya. Menurutnya, kekompakan sederhana seperti itu mampu menambah semangat saat berjualan pada malam hari.
“Rasanya bangga bisa ikut memakai kaos Hari Jadi Kudus. Biar sederhana, tapi kami merasa ikut menjadi bagian dari kemeriahan kota sendiri,” tuturnya sambil melayani pembeli di lapaknya.
Terlihat, nuansa kebersamaan begitu terasa di area Balai Jagong. Selain dipadati pengunjung malam minggu, para pedagang juga tampak antusias melayani pembeli dengan balutan kaos hitam bertema HUT Kudus ke-477 yang semakin mencuri perhatian masyarakat.
Kekompakan para PKL ini pun menuai apresiasi dari sejumlah pengunjung. Mereka menilai semangat warga kecil dalam menyambut Hari Jadi Kudus menjadi gambaran bahwa rasa cinta terhadap daerah bisa diwujudkan dengan cara sederhana namun penuh makna.(SB)














