Polemik Tiang WiFi di Desa Panjang Diklarifikasi, Kapolsek dan Camat Bae Tegaskan Tidak Ada Pungli Polemik Tiang Provider di Desa Panjang, PMD Kudus Minta Diselesaikan Bijak di Tingkat Kecamatan Guyub Lestarikan Budaya, Desa Getas Pejaten Gelar Kirab Sedekah Bumi Meriah Respon Cepat Polsek Kudus, Kapolsek AKP Subkhan Pimpin Olah TKP Pedagang Molen yang Meninggal Mendadak Pembubaran Sekretariat CFD Dinilai Belum Cukup, Sholeh Isman Minta Tata Kelola Dibersihkan CFD Kudus Jadi Pusat Layanan Sertifikasi Halal Gratis, UMKM Disiapkan Hadapi Regulasi 2026

Headline

Nyawiji Roso di Apitan Megawon: Tradisi Tahunan Sarat Makna Kebersamaan dan Doa

badge-check


					Nyawiji Roso di Apitan Megawon: Tradisi Tahunan Sarat Makna Kebersamaan dan Doa Perbesar

KUDUS – Centininews.id | Tradisi turun-temurun kembali hidup dengan penuh khidmat di Desa Megawon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Ratusan warga tumpah ruah mengikuti ritual sedekah bumi bertajuk Apitan yang digelar pada Minggu (3/5/2026) malam, sebagai bentuk rasa syukur atas limpahan hasil bumi sekaligus memohon keselamatan dan kesejahteraan.

Mengusung tema “Nyawiji Roso Amrih Tentreming Wargo, Nir Ing Sambikolo”, rangkaian kegiatan berlangsung sakral sekaligus meriah, memadukan unsur religi, budaya, dan kebersamaan masyarakat.

 

 

Kepala Desa Megawon, Nurasag, menegaskan bahwa tradisi Apitan merupakan agenda tahunan yang selalu dilaksanakan pada bulan Zulkaidah atau bulan Apit dalam penanggalan Jawa.

“Ini adalah wujud syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus ikhtiar bersama agar desa selalu diberi keselamatan, ketenteraman, dan rezeki yang melimpah,” ujarnya di sela kegiatan.

Ziarah Punden hingga Malam Puncak

Rangkaian kegiatan telah dimulai sejak Jumat dengan prosesi ziarah ke tujuh punden di wilayah Megawon. Warga bersama tokoh masyarakat melakukan doa bersama sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur sekaligus memohon kelancaran seluruh acara.

Memasuki puncak acara pada Minggu malam, suasana semakin semarak. Kegiatan diawali dengan penampilan rebana Mega Nada oleh Muslimat Megawon usai salat Maghrib, dilanjutkan dengan pembukaan serta tadarus dan tahtiman Al-Qur’an 30 juz setelah Isya.

Prosesi inti Apitan kemudian digelar, disusul pementasan sendratari bertajuk “Bun Ya Ho” yang diiringi musik rebana. Kesenian lokal turut ditampilkan melalui Tari Bondyaro, tarian khas warisan leluhur Desa Megawon yang menjadi daya tarik utama malam itu.

Gotong Royong dan Sesanggan Warga

Keunikan tradisi ini terlihat dari partisipasi aktif masyarakat. Persiapan dilakukan sekitar satu setengah bulan dengan mengedepankan semangat gotong royong. Pendanaan tidak hanya bersumber dari dana desa untuk kegiatan keagamaan, tetapi juga dari swadaya warga.

Setiap warga yang hadir membawa sesanggan atau hantaran makanan. Hidangan tersebut kemudian dibagikan dan dinikmati bersama, menciptakan suasana kekeluargaan yang hangat.

Partisipasi warga pun sangat tinggi. Perwakilan dari 20 RT dan 4 RW turut hadir, dengan masing-masing RT mengirimkan puluhan hingga ratusan warga.

Pererat Persatuan dan Warisan Budaya

Selain sebagai ungkapan syukur, Apitan juga menjadi sarana mempererat persaudaraan antarwarga sekaligus menjaga kelestarian budaya lokal agar tetap dikenal generasi muda.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan sambutan tokoh masyarakat, pembagian konsumsi, makan bersama, serta ditutup dengan mauidzah hasanah oleh tokoh agama setempat.

Nurasag berharap, tradisi ini terus dilestarikan dan mampu membawa dampak positif bagi kehidupan masyarakat.

 

 

“Kami ingin tradisi ini tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga memperkuat persatuan, menjaga budaya, dan membawa keberkahan bagi seluruh warga Desa Megawon,” pungkasnya.

Acara ditutup dengan doa bersama dan makan besar hasil bumi, menjadi simbol harmonisasi antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.(Azis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polemik Tiang WiFi di Desa Panjang Diklarifikasi, Kapolsek dan Camat Bae Tegaskan Tidak Ada Pungli

19 Mei 2026 - 09:56 WIB

Polemik Tiang Provider di Desa Panjang, PMD Kudus Minta Diselesaikan Bijak di Tingkat Kecamatan

18 Mei 2026 - 10:34 WIB

Guyub Lestarikan Budaya, Desa Getas Pejaten Gelar Kirab Sedekah Bumi Meriah

17 Mei 2026 - 08:21 WIB

Respon Cepat Polsek Kudus, Kapolsek AKP Subkhan Pimpin Olah TKP Pedagang Molen yang Meninggal Mendadak

17 Mei 2026 - 05:32 WIB

Pembubaran Sekretariat CFD Dinilai Belum Cukup, Sholeh Isman Minta Tata Kelola Dibersihkan

17 Mei 2026 - 02:52 WIB

Trending di Headline