KUDUS – Centininews.id | Kemeriahan kirab budaya di Desa Jati wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, mencapai puncaknya dengan antusiasme tinggi dari masyarakat. Salah satu kontingen yang mencuri perhatian datang dari RT 02 RW 02, yang tampil percaya diri dengan konsep unik bertema Tari Kreasi Dolanan.
Kreativitas warga tampak menonjol melalui kostum yang dikenakan para peserta. Tidak menggunakan bahan mahal, kostum tersebut justru dibuat dari material daur ulang yang ada di sekitar lingkungan.


Upaya ini tidak hanya menghadirkan estetika menarik, tetapi juga membawa pesan kepedulian terhadap lingkungan.
Mbak Hesti, salah satu peserta, mengungkapkan bahwa seluruh persiapan dilakukan dalam waktu yang relatif singkat.
“Persiapannya tidak lama, hanya dua hari. Ide kostumnya murni dari warga kami sendiri dengan memanfaatkan bahan yang tersedia,” ujarnya di sela kegiatan.
Selain mengikuti kirab, rombongan ini juga bersiap mengikuti lomba tari kreasi yang menjadi bagian dari rangkaian acara. Hesti berharap dukungan masyarakat dapat menjadi penyemangat bagi timnya.
“Kami mohon doa dan dukungannya, semoga bisa memberikan penampilan terbaik dan mendapatkan hasil maksimal,” tambahnya.
Tak hanya soal penampilan, kegiatan ini juga membawa harapan besar bagi kemajuan desa. Hesti menilai semangat kebersamaan dan kreativitas yang ditunjukkan warga dapat menjadi modal penting untuk pembangunan ke depan.
“Semoga Jati wetan semakin baik dan terus berkembang,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Jati wetan, Agus, menjelaskan bahwa kirab budaya ini merupakan puncak dari rangkaian kegiatan desa, yang sebelumnya diawali dengan Khotmil Qur’an dan pembagian Nasi Jangkrik sebagai bagian dari tradisi Sedekah Bumi.
“Kirab budaya ini menjadi momentum kebersamaan sekaligus pelestarian tradisi yang sudah turun-temurun,” jelasnya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari perwakilan RT/RW, pengurus musholla dan masjid, organisasi kemasyarakatan, hingga siswa dari tingkat TK, MI, dan SD. Tercatat sekitar 40 kontingen turut ambil bagian dalam memeriahkan acara.
Kesuksesan penyelenggaraan kirab ini tidak lepas dari kerja sama panitia, Karang Taruna, serta KDMP yang telah mempersiapkan kegiatan selama kurang lebih satu bulan. Dari sisi pembiayaan, seluruh anggaran bersumber dari Pendapatan Asli Desa (PAD) Jati wetan.

Lebih lanjut, Agus menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki beberapa tujuan utama, di antaranya melestarikan budaya lokal (nguri-uri budaya), mempererat silaturahmi antarwarga, serta sebagai wujud rasa syukur melalui tradisi Sedekah Bumi.
“Harapan kami, kegiatan ini bisa memberikan manfaat nyata dan memperkuat kebersamaan warga. Ke depan, kondusivitas dan persaudaraan harus terus dijaga demi kemajuan Desa Jati wetan,” tutupnya. (Azis)









