KUDUS – Centininews.id | Kisah Ibu Siti Sumanah yang tinggal di gubuk sederhana di Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, mendadak menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial dalam beberapa hari terakhir.
Video dan foto kondisi tempat tinggalnya yang memprihatinkan memicu beragam reaksi warganet, mulai dari simpati hingga kritik terhadap pemerintah setempat.


Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Gondangmanis, Susanto, akhirnya memberikan klarifikasi terkait duduk perkara sebenarnya. Ia menegaskan bahwa Ibu Siti bukan warga lama, melainkan baru pindah ke wilayahnya sekitar dua bulan lalu.
“Ibu Siti tercatat sebagai warga kami sejak Maret 2026. Sebelumnya beliau tinggal di Desa Karangmalang, Kecamatan Gebog,” jelas Susanto saat ditemui, Senin (4/5/2026).
Pindah Usai Jual Rumah
Berdasarkan data yang dihimpun pemerintah desa, Ibu Siti sebelumnya memiliki rumah di desa asalnya. Namun rumah tersebut dijual untuk kebutuhan keluarga, termasuk membiayai pernikahan anaknya.
Setelah itu, Ibu Siti membeli sebidang tanah kapling seluas kurang lebih 37 meter persegi di Desa Gondangmanis. Di atas lahan tersebut, ia kemudian mendirikan bangunan semi permanen berupa gubuk sederhana yang kini ditempatinya bersama sang anak.
“Status tanahnya masih berupa kuitansi, belum bersertifikat. Ini juga menjadi salah satu kendala dalam penanganan lebih lanjut,” tambahnya.
Anak Sudah Bekerja
Saat ini, Ibu Siti tinggal bersama anaknya yang sudah tidak bersekolah. Meski demikian, anak tersebut diketahui telah bekerja untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kondisi ekonomi keluarga yang terbatas membuat kehidupan mereka cukup memprihatinkan, terlebih dengan kondisi tempat tinggal yang jauh dari kata layak.
Sudah Ditangani Sebelum Viral
Susanto menepis anggapan bahwa pemerintah baru bergerak setelah kasus ini viral. Ia menegaskan bahwa pihak desa sebenarnya sudah melakukan langkah awal sebelum ramai diperbincangkan di media sosial.
“Kami sudah koordinasi dengan pihak kecamatan, Polsek, Koramil, hingga Baznas untuk penanganan awal,” tegasnya.
Bahkan, Bupati dan Wakil Bupati Kudus disebut telah turun langsung ke lokasi untuk memberikan bantuan berupa sembako serta perlengkapan tidur seperti kasur.
Gotong Royong dan Bantuan Mengalir
Tak hanya dari pemerintah, bantuan juga datang dari masyarakat sekitar.
Warga RT dan RW setempat turut bergotong royong membantu Ibu Siti, mulai dari mencarikan pekerjaan hingga membantu penyambungan aliran listrik.
Respons cepat masyarakat ini menjadi bukti kuatnya solidaritas sosial di lingkungan tersebut.
Kerja Bakti dan Harapan Bantuan Lanjutan
Sebagai tindak lanjut, pemerintah desa bersama warga berencana menggelar kerja bakti pada 14 Mei 2026 untuk memperbaiki kondisi tempat tinggal Ibu Siti agar lebih layak huni.
Susanto juga berharap ada dukungan dari pihak swasta maupun donatur lain untuk membantu mempercepat penanganan.
“Kondisinya memang layak dibantu. Ini bagian dari hak warga negara untuk mendapatkan perhatian,” pungkasnya.
Viral Picu Kepedulian
Viralnya kisah Ibu Siti di media sosial menjadi pengingat bahwa masih ada warga yang membutuhkan perhatian lebih, sekaligus menunjukkan kekuatan media sosial dalam mendorong kepedulian publik.
Kini, harapan besar tertuju pada kolaborasi berbagai pihak agar Ibu Siti dapat segera memiliki tempat tinggal yang lebih layak dan kehidupan yang lebih baik.(Azis)









