Dikira Lama Selesai, Ini Alasan Pengecoran Jalan Mejobo–Mbrayung Tak Bisa Dikebut Masih Nekat Beroperasi, 4 Karaoke di Kudus Disikat Satpol PP, 43 Botol Miras Diamankan Innalillahi wa inna ilaihi raji’un, Ijazah yang Dinanti Tak Sempat Dilihat, Siswa Lulusan SMK Bakti Kudus Berpulang Soleh Isman Sentil Keras Pemkab Kudus: “Darurat Kebijakan, UMKM Jangan Jadi Alasan Merusak Lingkungan” Pedagang di Alun – alun Kudus terpaksa Berjualan mengandalkan lampu lapak tetangga Rumput Alun-Alun Kudus Nyaris Tak Tersisa, Warga: Tidak Ditemukan Rumput yang Hidup, Semuanya Kering dan Mati

News

Pedagang di Alun – alun Kudus terpaksa Berjualan mengandalkan lampu lapak tetangga

badge-check


					Pedagang di Alun – alun Kudus terpaksa Berjualan mengandalkan lampu lapak tetangga Perbesar

KUDUS – Centininews.id | Aktivitas perdagangan di Alun-Alun Kudus pada Minggu malam, 4 Oktober 2026, tak hanya diwarnai ramainya pengunjung. Sejumlah pedagang juga mengeluhkan fasilitas pendukung, salah satunya persoalan penerangan.

Salah satu pedagang jajanan jadul asal Ambarawa yang ikut menyewa lapak mengaku harus berjualan dalam kondisi gelap lantaran aliran listrik di lapaknya mati.

Pedagang tersebut akhirnya hanya mengandalkan cahaya lampu dari lapak tetangga agar dagangannya tetap terlihat oleh pembeli.

Kondisi itu cukup menyulitkan, terlebih suasana malam semakin ramai dan pembeli membutuhkan penerangan untuk melihat produk yang ditawarkan.

Jajanan jadul yang dijual pedagang tersebut dibanderol sekitar Rp20 ribu per pack. Meski menghadapi kendala listrik, pedagang tetap berusaha melayani pembeli.

Saat ditanya mengenai penyebab listrik di lapaknya mati, pedagang tersebut menjawab sambil tertawa dan berseloroh,

“Mungkin belum bayar pajak, makanya listrik mati,” ujarnya bercanda.

Ketika ditanya lebih jauh mengenai biaya sewa lapak yang harus dikeluarkan selama berjualan di Alun-Alun Kudus, pedagang tersebut mengaku tidak mengetahui secara pasti.

“Saya tidak tahu-menahu soal sewanya, Mas. Yang bayar si bos,” jawabnya.

Keluhan pedagang ini menjadi catatan tersendiri di tengah ramainya aktivitas komersial di Alun-Alun Kudus. Pedagang yang sudah datang dari luar daerah tentu berharap fasilitas dasar, termasuk penerangan, dapat dipastikan berfungsi dengan baik selama kegiatan berlangsung.

Apalagi mereka datang untuk berjualan, membayar sewa melalui pengelola masing-masing, dan berharap mendapatkan tempat berjualan yang layak.

Persoalannya kini bukan sekadar dagangan laku atau tidak. Ketika lapak sudah digunakan untuk kegiatan komersial, siapa yang memastikan listrik, penerangan, dan fasilitas dasar lainnya benar-benar siap?

Keluhan pedagang ini juga membuka pertanyaan bagi penyelenggara: apakah seluruh lapak mendapatkan fasilitas listrik yang sama, atau pedagang harus mencari solusi sendiri ketika listrik mati? (SB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dikira Lama Selesai, Ini Alasan Pengecoran Jalan Mejobo–Mbrayung Tak Bisa Dikebut

5 Oktober 2026 - 14:35 WIB

Masih Nekat Beroperasi, 4 Karaoke di Kudus Disikat Satpol PP, 43 Botol Miras Diamankan

5 Oktober 2026 - 09:21 WIB

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un, Ijazah yang Dinanti Tak Sempat Dilihat, Siswa Lulusan SMK Bakti Kudus Berpulang

5 Oktober 2026 - 07:11 WIB

Soleh Isman Sentil Keras Pemkab Kudus: “Darurat Kebijakan, UMKM Jangan Jadi Alasan Merusak Lingkungan”

4 Oktober 2026 - 23:38 WIB

Rumput Alun-Alun Kudus Nyaris Tak Tersisa, Warga: Tidak Ditemukan Rumput yang Hidup, Semuanya Kering dan Mati

4 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Trending di News