KUDUS – Centininews.id | Puluhan warga yang tergabung dalam Kaukus Benteng Rakyat Kudus menggelar aksi damai di depan Gedung DPRD Kabupaten Kudus, Kamis (6/8/2026). Massa menyuarakan tuntutan agar tunjangan anggota DPRD Kudus dievaluasi, mendorong percepatan pengesahan RUU Perampasan Aset, serta meminta transparansi pengelolaan anggaran.
Dalam aksi tersebut, peserta membentangkan spanduk dan poster bertuliskan berbagai tuntutan, disertai orasi yang menyoroti penggunaan anggaran publik. Sejumlah peserta juga menyampaikan ancaman akan mengajak masyarakat menolak membayar pajak apabila tuntutan evaluasi tunjangan DPRD tidak mendapat respons serius dari pemerintah.


Koordinator aksi, Musbiyanto, menilai besaran tunjangan wakil rakyat perlu dikaji ulang di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Ia juga mendesak DPRD Kudus ikut memperjuangkan pengesahan RUU Perampasan Aset sebagai bentuk komitmen dalam pemberantasan korupsi.
Menanggapi aspirasi tersebut, anggota DPRD Kudus menyatakan seluruh tuntutan masyarakat akan dibawa ke forum resmi lembaga legislatif sesuai mekanisme yang berlaku. DPRD juga membuka ruang dialog mengenai proses penyusunan anggaran daerah.
Sementara itu, pengamanan aksi dilakukan oleh personel Polres Kudus bersama unsur TNI dan instansi terkait. Kapolres Kudus AKBP Wahyu Sulistyo menegaskan seluruh personel telah diarahkan untuk mengedepankan pendekatan humanis, profesional, dan persuasif dalam mengawal penyampaian pendapat di muka umum.
“Massa yang menyampaikan aspirasi adalah bagian dari warga yang harus kita layani dan kita jaga keamanannya,” ujar AKBP Wahyu Sulistyo.
Kapolres mengapresiasi jalannya aksi yang berlangsung tertib, damai, dan kondusif. Menurutnya, sinergi antara peserta aksi, aparat keamanan, dan DPRD menjadi faktor penting sehingga seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman tanpa mengganggu ketertiban umum.
Usai berorasi, perwakilan massa diterima berdialog dengan sejumlah anggota DPRD Kudus. Pertemuan berlangsung terbuka sebagai wadah penyampaian aspirasi masyarakat secara langsung kepada wakil rakyat.
Aksi berakhir dalam keadaan aman, dengan aparat memastikan seluruh peserta membubarkan diri secara tertib setelah dialog selesai.(SB)











