KUDUS – Centininews.id | Kisah haru sekaligus pilu datang dari SS, siswa lulusan SMK Bakti Kudus tahun 2023/2024. Di tengah perjuangannya melawan sakit, ijazah yang selama ini dinanti akhirnya sampai ke rumah. Namun, hanya berselang sekitar tujuh menit, SS menghadap Sang Pencipta sebelum sempat melihat ijazah tersebut.

SS diketahui tengah berjuang melawan sakit serius. Setelah menjalani amputasi kaki, kondisi kesehatannya kembali menurun akibat kanker paru-paru.
Di tengah kondisi tersebut, keluarga kemudian meminta bantuan Dinas Sosial Kabupaten Kudus untuk membantu mengambilkan ijazah SS yang disebut masih berada di pihak sekolah.
Karena Dinas Sosial tidak memiliki kewenangan untuk mengambil atau menerima ijazah tersebut, upaya kemudian dilakukan melalui Ketua PGRI Kabupaten Kudus.
Ketua PGRI Kabupaten Kudus bahkan datang langsung ke SMK Bakti Kudus dan bertemu dengan kepala sekolah. Namun, dalam pertemuan tersebut, jawaban yang diterima dinilai kurang mengenakkan dan belum memberikan jalan keluar yang diharapkan keluarga.
Persoalan kemudian berlanjut. Ketua PGRI Kabupaten Kudus menghadap Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Pati untuk menyampaikan kondisi SS sekaligus meminta bantuan agar ijazah tersebut dapat segera diserahkan.
Setelah komunikasi dilakukan, persoalan ijazah akhirnya mendapat perhatian dari pihak Cabang Dinas Pendidikan. Ijazah kemudian diantar ke Dinas Sosial Kabupaten Kudus.
Namun, karena Dinas Sosial tidak berwenang menerima dan menyimpan ijazah tersebut, pihaknya menyarankan agar dokumen itu langsung diberikan kepada keluarga.
Pihak sekolah yang diwakili tenaga tata usaha kemudian mengantarkan ijazah tersebut ke rumah SS.
Sekitar pukul 11.08 WIB, ijazah akhirnya diterima oleh kakak SS.
Ada harapan besar saat dokumen kelulusan itu sampai di rumah.
Namun takdir berkata lain.
Sekitar pukul 11.15 WIB, atau hanya tujuh menit setelah ijazah diterima keluarga, SS dinyatakan meninggal dunia di RS Mardi Rahayu Kudus.
SS pergi untuk selamanya tanpa sempat melihat bentuk ijazah yang selama ini dinantikan.
Foto penyerahan ijazah yang diterima Centini News menunjukkan kakak SS menerima dokumen tersebut dalam kondisi keluarga yang tengah menghadapi suasana duka.
Ijazah Datang, Sang Pemilik Telah Pergi
Peristiwa ini menyisakan kesedihan mendalam bagi keluarga.
Ijazah yang seharusnya menjadi tanda kelulusan dan kebanggaan seorang siswa, akhirnya tiba ketika pemiliknya sudah tidak lagi mampu melihatnya.
Centini News juga berupaya meminta penjelasan kepada pihak SMK Bakti Kudus mengenai kronologi persoalan ijazah tersebut.
Namun, pihak kepala sekolah belum memberikan penjelasan secara langsung. Dari pihak sekolah disampaikan bahwa persoalan tersebut sudah klir dan pihak sekolah telah mendapat teguran dari Kepala Cabang Dinas Pendidikan maupun Ketua Yayasan.
Sementara alasan yang sebelumnya disampaikan terkait ijazah disebut karena belum adanya cap.
Centini News tetap membuka ruang hak jawab bagi pihak SMK Bakti Kudus, yayasan maupun pihak terkait untuk memberikan penjelasan secara utuh mengenai persoalan tersebut.
Kini ijazah itu telah berada di tangan keluarga.
Tetapi bagi keluarga SS, ada satu kenyataan yang begitu pahit untuk diterima:
Ijazahnya datang.
Namun tujuh menit kemudian, pemiliknya pergi untuk selamanya.
Selamat jalan SS.
Semoga seluruh perjuangan dan sakit yang telah dilalui menjadi penggugur dosa, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan.
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.
(Muslim)











