KUDUS – Centininews.id | Pengerjaan pengecoran Jalan Mejobo–Mbrayung, Kabupaten Kudus, mendapat keluhan dari sejumlah warga. Proyek yang belum kunjung rampung membuat aktivitas masyarakat dan pelaku usaha di sepanjang jalan ikut terdampak.

Sejumlah pemilik warung mengaku omzet dagangan mengalami penurunan selama pekerjaan berlangsung. Akses yang terbatas membuat kendaraan maupun pembeli tidak sebebas biasanya untuk melintas dan berhenti di sekitar warung.
“Sudah lama pekerjaan, kami berharap segera selesai karena omzet turun,” keluh salah seorang pedagang.
Di sisi lain, pihak pelaksana proyek menjelaskan bahwa pekerjaan pengecoran tidak dapat dilakukan sekaligus. Pengecoran dikerjakan satu lajur terlebih dahulu, kemudian lajur yang sudah dicor harus menunggu proses pengerasan sebelum kendaraan dapat melintas dengan aman. Setelah kondisi memungkinkan, pekerjaan baru dilanjutkan pada lajur berikutnya.
Dengan metode tersebut, proses pengerjaan memang membutuhkan waktu lebih panjang dibandingkan jika seluruh badan jalan langsung dikerjakan sekaligus. Namun, tahapan tersebut diperlukan untuk menjaga kualitas beton dan menghindari kerusakan pada hasil pengecoran yang masih baru.
Sementara itu, penutupan akses di lokasi juga sempat dilakukan oleh warga Mejobo. Kondisi tersebut diharapkan dapat dikoordinasikan bersama agar tidak semakin menghambat aktivitas masyarakat maupun proses pekerjaan.
Pihak pelaksana berharap masyarakat dapat memahami proses teknis proyek dan bersabar hingga seluruh tahapan selesai. Di sisi lain, keluhan pedagang mengenai turunnya omzet juga menjadi perhatian agar pekerjaan dapat segera dituntaskan sesuai tahapan yang telah direncanakan.
Warga berharap jalan segera rampung, pedagang ingin aktivitas kembali normal, sementara pelaksana meminta masyarakat memahami bahwa pengecoran harus dilakukan bertahap demi menjaga kualitas jalan.(SB)











