KUDUS — Centininews.id | Keluarga besar Syech Jumadil Kubro dari berbagai daerah hingga mancanegara berencana menggelar pertemuan akbar di Kabupaten Kudus. Rencana tersebut mengemuka dalam kunjungan rombongan keluarga besar Syech Jumadil Kubro melalui napak tilas bertajuk “Titian Muhibbah”, Selasa (11/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk kembali mempererat silaturahmi antarketurunan Syech Jumadil Kubro yang selama ini disebut sempat terputus komunikasi. Selain memperkuat hubungan kekeluargaan, napak tilas juga menjadi bagian dari upaya menelusuri jejak sejarah dan peninggalan tokoh-tokoh yang memiliki keterkaitan dengan perjalanan dakwah Islam di Nusantara.


Abu Na’am Rasyid, Ketua Tanfidziyah Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Naqobah Ansab Auliya Tis’ah (NAAT) Kabupaten Kudus, mengatakan Syech Jumadil Kubro merupakan salah satu figur penting dalam tradisi sejarah dan nasab ulama Nusantara.
“Rombongan ini bertujuan untuk mempererat kembali keluarga besar Syech Jumadil Kubro yang selama ini terputus komunikasinya. Beliau adalah ayah Nusantara atau bapak Nusantara, yang garis keturunannya sampai kepada para wali di Indonesia, terutama yang disebut Wali Songo,” ujar Abu Na’am.
Rombongan Titian Muhibbah dipimpin Sidi Ibrahim Al Malik dan telah melakukan perjalanan selama hampir satu bulan. Sejumlah penasihat dan pengurus keluarga besar turut dalam rombongan, di antaranya Sidi Ibrahim Al Malik selaku penasihat, Samsul Arifin, serta perwakilan keluarga dari Semarang hingga mancanegara.
Napak Tilas Makam Pangeran Aryo Penangsang
Salah satu agenda rombongan adalah melakukan napak tilas dan ziarah ke makam Pangeran Aryo Penangsang di Kudus.
Menurut Abu Na’am, keterkaitan antara makam Pangeran Aryo Penangsang dan Syech Jumadil Kubro ditelusuri melalui silsilah atau genealogi keluarga.
Dalam silsilah yang disampaikan, Pangeran Aryo Penangsang disebut sebagai cucu Sunan Ampel. Sementara Sunan Ampel memiliki keterhubungan silsilah ke atas dengan Syech Jumadil Kubro.
Salah satu keturunan keluarga besar, Bapaklong Samsul Arifin, sebelumnya telah datang langsung untuk berziarah sekitar sepekan lalu. Kedatangan tersebut sekaligus menjadi bagian dari koordinasi dengan pengurus pusat keluarga besar.
Kunjungan kali ini menjadi kedatangan lanjutan untuk memperkuat konsolidasi sekaligus merumuskan program-program yang akan dilakukan ke depan.
Keturunan dari Berbagai Negara Akan Berkumpul
Keluarga besar Syech Jumadil Kubro selanjutnya berencana menggelar pertemuan akbar pada Desember 2026 di Kudus.
Pertemuan tersebut direncanakan mempertemukan keturunan Syech Jumadil Kubro dari berbagai daerah dan sejumlah negara di Asia Tenggara, antara lain Malaysia, Brunei Darussalam, Filipina, Laos, Thailand, Vietnam, Kamboja, serta China.
Pertemuan lintas negara tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kembali jaringan silaturahmi keluarga besar sekaligus menjadi ruang bertukar informasi mengenai sejarah, silsilah, dakwah dan peninggalan para leluhur.
Kudus dinilai memiliki posisi penting karena dikenal sebagai salah satu daerah yang memiliki jejak kuat dalam sejarah perkembangan Islam di tanah Jawa.
Makam Didorong Menjadi Pusat Wisata Religi
Selain memperkuat silaturahmi, keluarga besar bersama sejumlah pihak juga membahas rencana pengembangan kawasan makam Pangeran Aryo Penangsang.
Kawasan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi tempat ziarah, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai pusat wisata religi, tempat bertawassul serta pusat kajian sejarah dan nasab.
Pengembangan situs sejarah tersebut dinilai perlu berjalan beriringan dengan penelitian agar nilai sejarah dan peninggalan yang ada tetap terjaga.
Abu Na’am menambahkan, DPC NAAT Kabupaten Kudus bersama LP3SN terus berkoordinasi dengan ahli sejarah dan ahli nisan untuk melakukan observasi serta penelitian terhadap situs-situs bersejarah.
“Kami berupaya semampu mungkin menggandeng para ahli nisan dan sejarawan. Berdasarkan kajian dan pencocokan artefak, batu nisan serta struktur bangunan yang ada di makam menunjukkan keaslian yang sezaman dengan masa hidup Mbah Aryo Penangsang,” pungkasnya.
Merawat Nasab, Menjaga Sejarah
Rencana pertemuan akbar tersebut diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat ukhuwah keluarga besar Syech Jumadil Kubro sekaligus menjaga warisan sejarah Islam Nusantara.
Bagi NAAT, upaya pendataan dan pelestarian nasab juga menjadi bagian penting dalam menjaga sejarah keluarga agar tidak hilang ditelan pergantian generasi. Program pendataan dan digitalisasi nasab bahkan menjadi salah satu perhatian DPC NAAT Kudus.
Dengan adanya pertemuan keluarga besar dari berbagai negara, Kudus berpeluang menjadi salah satu titik penting dalam mempertemukan jejaring keturunan Syech Jumadil Kubro sekaligus menghidupkan kembali nilai sejarah, religi, silaturahmi dan warisan dakwah Islam Nusantara.(muslim)











