KUDUS – Centininews.id | Kehidupan Sulatin dan istrinya, Ibu Sutinah, menjadi perhatian publik setelah video kondisi tempat tinggal mereka viral di media sosial. Selama kurang lebih enam tahun, keluarga tersebut tinggal di gubuk sederhana berbahan seng bekas dan bambu rapuh bersama anak mereka yang masih duduk di bangku SMP.
Dari penelusuran awak media Centini News, kondisi rumah yang ditempati memang sangat memprihatinkan. Dinding rumah terbuat dari seng dan anyaman bambu dengan atap seadanya yang rawan bocor saat hujan. Bagian dalam rumah tampak sempit dengan lantai tanah dan peralatan rumah tangga sederhana.

Sulatin diketahui kini sedang sakit pada bagian kaki sehingga sudah jarang bekerja karena kesulitan berjalan.
“Kalau dipakai jalan kaki saya sakit, jadi sekarang sudah jarang kerja,” ujar Sulatin.
Di tengah kondisi tersebut, Sulatin mengaku sempat mendapat tawaran tempat atau kios yang lebih layak melalui pihak desa. Namun dirinya memilih tidak mengambil tawaran itu setelah mendapat informasi bahwa bantuan hanya berlaku satu tahun dan selanjutnya harus membayar sendiri.
“Waktu itu saya dikasih tahu cuma dibantu satu tahun, setelah itu bayar sendiri. Saya takut tidak sanggup karena kondisi saya sekarang sakit dan ekonomi juga sulit,” ungkapnya.
Karena khawatir menjadi beban di kemudian hari, Sulatin akhirnya memilih tetap tinggal di gubuk bersama istri dan anaknya.
Namun belakangan, informasi yang dihimpun awak media Centini News menyebut kepala desa sebenarnya tidak pernah berniat menarik biaya dari Sulatin. Situasi ini diduga terjadi akibat miskomunikasi atau salah penyampaian informasi di lapangan.
Kini kisah Sulatin dan Ibu Sutinah memunculkan simpati masyarakat. Warga berharap ada perhatian dan bantuan nyata agar keluarga tersebut dapat menempati hunian yang lebih layak dan aman.(Azis)










