Kudus – Centininews.id | SMP 2 Gebog menggelar kegiatan Perkemahan Sabtu-Minggu (Persami) sebagai upaya membangun karakter, kemandirian, dan kemampuan sosial siswa. Kegiatan yang menjadi agenda rutin sekolah tersebut dilaksanakan di lingkungan sekolah pada Sabtu hingga Minggu, 23–24 Mei 2026.
Kepala SMP Negeri 2 Gebog, Dr. Ahadi Setiawan, S.Pd., M.Pd. atau yang akrab disapa Pak Wawan, menjelaskan bahwa kegiatan Persami diikuti seluruh siswa kelas VII dengan jumlah sekitar 285 anak. Selain itu, kegiatan juga didampingi puluhan anggota Dewan Galang, sehingga total peserta mencapai lebih dari 300 siswa.


Menurut Wawan, pendidikan tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik atau hard skill semata, tetapi juga harus dibarengi pembentukan soft skill yang kuat melalui kegiatan kepramukaan dan aktivitas kebersamaan.
“Kesuksesan anak tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik seperti matematika, bahasa Inggris, atau komputer, tetapi juga soft skill. Lewat Pramuka ini, kami ingin membangun karakter, kepedulian, dan kemampuan sosial mereka,” ujarnya.
Melalui kegiatan Persami, para siswa diajak belajar hidup mandiri, disiplin, bekerja sama, serta menumbuhkan rasa empati dan toleransi antar sesama. Berbagai kegiatan yang dilakukan selama perkemahan juga diarahkan untuk mempererat hubungan antarsiswa agar tercipta lingkungan sekolah yang harmonis dan nyaman.
Wawan menambahkan, nilai-nilai dalam Dasa Darma Pramuka diharapkan dapat diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah. Hal tersebut menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam menciptakan budaya “zero bullying” atau bebas perundungan.
“Harapan kami anak-anak semakin akrab, disiplin, saling menghormati, dan memiliki rasa empati. Jika nilai saling menolong dan peduli sudah tumbuh, insyaallah tidak ada lagi bullying di SMPN 2 Gebog,” tegasnya.
Pelaksanaan Persami tahun ini memang digelar di akhir semester, berbeda dari biasanya yang kerap dilaksanakan di awal tahun ajaran baru. Pihak sekolah menyebut perubahan jadwal tersebut disebabkan padatnya agenda sekolah dalam beberapa bulan terakhir, mulai dari persiapan lomba, kegiatan Ramadan, hingga faktor cuaca yang kurang mendukung.
Meski demikian, pelaksanaan di akhir semester justru dinilai menjadi momen yang tepat untuk menyegarkan kembali semangat siswa setelah menjalani berbagai ujian dan aktivitas belajar yang padat.
Untuk menekan biaya agar tidak membebani wali murid, kegiatan Persami sengaja dipusatkan di area sekolah. Selain lebih hemat, pelaksanaan di lingkungan sekolah juga memberikan rasa aman dan nyaman bagi orang tua karena anak-anak tetap berada di lokasi yang mudah dipantau.
Pihak sekolah pun mengapresiasi dukungan penuh dari para orang tua siswa terhadap kegiatan tersebut.
Seluruh wali murid memberikan izin dan respons positif karena menilai Persami menjadi kegiatan edukatif yang mampu membentuk karakter dan mental anak sejak dini.
Dengan semangat kebersamaan dan pendidikan karakter, SMP Negeri 2 Gebog berharap kegiatan Persami dapat terus menjadi wadah pembinaan generasi muda yang disiplin, mandiri, berjiwa sosial, dan berakhlak baik.(muslim)










