Bangun Generasi Berkarakter, SMPN 2 Gebog Gelar Persami Zero Bullying English Fun Fest 2026 Sukses Digelar, Bakat Bahasa Inggris Anak-anak Kudus Kian Bersinar Hebat dan Berkarakter, SMPN 1 Kudus Lepas 295 Siswa dengan Segudang Prestasi PDI Perjuangan Kudus Konsolidasi Total, Targetkan Kemenangan Pemilu Berlanjut Di Tengah Krisis Guru dan Banjir, SMP 2 Mejobo Tetap Cetak Prestasi Perpusnas Dorong Naskah Kuno Jateng Masuk IKON, Selamatkan Warisan Peradaban Bangsa

Headline

Perpusnas Dorong Naskah Kuno Jateng Masuk IKON, Selamatkan Warisan Peradaban Bangsa

badge-check


					Perpusnas Dorong Naskah Kuno Jateng Masuk IKON, Selamatkan Warisan Peradaban Bangsa Perbesar

SEMARANG – Centininews.id |  Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) mendorong berbagai naskah kuno yang tersebar di Jawa Tengah agar segera didaftarkan dalam program Ingatan Kolektif Nasional (IKON). Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam upaya pelestarian warisan dokumenter bangsa sekaligus menyelamatkan jejak sejarah agar tidak hilang ditelan waktu.

Dorongan tersebut mengemuka dalam kegiatan “Penggalian Potensi Naskah Kuno Nusantara sebagai Ingatan Kolektif Nasional” yang digelar Perpusnas RI di Semarang, Kamis–Jumat (21–22/5/2026). Kegiatan ini diikuti komunitas pecinta naskah kuno serta perwakilan Dinas Arsip dan Perpustakaan (Arpus) se-Jawa Tengah.

 

 

Selain mendorong registrasi naskah kuno ke IKON, Perpusnas juga memotivasi pemerintah daerah untuk mendaftarkan koleksi arsip penting ke dalam program Memori Kolektif Bangsa (MKB).

IKON sendiri merupakan program registrasi naskah kuno tingkat nasional yang memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, budaya, dan peradaban Indonesia. Sementara MKB merupakan kumpulan arsip perjalanan bangsa yang menjadi aset nasional sekaligus identitas dan jati diri Indonesia.

Dalam forum tersebut, sejumlah naskah kuno prioritas disebut perlu segera didaftarkan ke IKON. Di antaranya kitab karya ulama besar Nusantara KH Sholeh Darat, KH Ahmad Rifa’i Kalisalak, naskah koleksi Keraton Surakarta, hingga manuskrip kuno kawasan Merapi-Merbabu.

Pustakawan Dinas Arpus Jawa Tengah Ahmad Budi Wahyono yang memandu sesi diskusi mengajak seluruh peserta aktif melakukan identifikasi naskah kuno sesuai standar Perpusnas.

“Mari kita gas poll menemukan naskah kuno di Jawa Tengah. Untuk langkah awal, kita daftarkan IKON adalah kitab karya KH Sholeh Darat dan KH Rifai Kalisalak. Selanjutnya naskah koleksi Keraton Surakarta dan kemudian kita dorong naskah dari kawasan Merapi-Merbabu,” ujarnya.

Kegiatan tersebut merupakan implementasi Peraturan Perpusnas RI Nomor 2 Tahun 2023 tentang Program Registrasi Naskah Kuno sebagai Ingatan Kolektif Nasional.

Sekretaris Dewan Pakar IKON sekaligus mantan Sekretaris Utama Perpusnas RI, Sri Sumekar, memaparkan mekanisme dan kriteria pengusulan naskah kuno sebagai IKON. Menurutnya, program tersebut bertujuan melindungi sekaligus membuka akses lebih luas terhadap warisan dokumenter Indonesia.

“Melalui program IKON, kita lestarikan secara baik dan sebarkan seluas-luasnya naskah kuno warisan peradaban bangsa kita kepada masyarakat,” katanya.

Ia menjelaskan, output dari program IKON adalah mengarusutamakan naskah kuno dalam penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan sehingga masyarakat semakin bangga terhadap warisan intelektual dan budaya bangsa yang adiluhung.

Dalam kesempatan itu, peserta juga diberikan petunjuk teknis pendaftaran IKON melalui pranala resmi Perpusnas.

Acara menghadirkan sejumlah narasumber nasional, di antaranya Ketua Dewan Pakar IKON sekaligus mantan Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia Prof. Dr. Mukhlis Paeni, Pendiri Turast Ulama Nusantara Nanal Ainal Fauz, serta pimpinan Sraddha Institut Surakarta Rendra Agusta.

Suasana forum berlangsung hidup dan penuh antusiasme ketika para narasumber membacakan langsung sejumlah naskah kuno dari aksara asli, mulai aksara Jawa, Arab Pegon hingga aksara Bugis.

Momen menarik terjadi saat Prof. Mukhlis Paeni membacakan syair beraksara Bugis dan menerjemahkannya ke Bahasa Indonesia. Syair tersebut berisi pesan moral tentang pentingnya menuntut ilmu, beramal untuk akhirat, serta tidak serakah mengejar dunia dan harta. Tepuk tangan peserta pun membahana usai pembacaan syair tersebut.

Komunitas Pecinta Kyai Sholeh Darat (KOPISODA) menjadi salah satu peserta aktif dalam forum tersebut dan turut mendorong pelestarian manuskrip ulama Nusantara agar dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

Upaya registrasi naskah kuno dan arsip penting dinilai sangat strategis dalam menjaga memori kolektif bangsa. Sebab arsip bukan sekadar dokumen lama, melainkan rekaman autentik perjalanan bangsa yang memiliki nilai historis, sosial, hukum, hingga peradaban.

Hal itu sejalan dengan tema Hari Kearsipan Nasional 2026, yakni “Empowering the Future: Kearsipan untuk Memberdayakan Masa Depan Menuju Indonesia Emas 2045.”

Pesan tersebut menegaskan bahwa masa depan tidak dapat dibangun di atas ingatan yang rapuh. Karena itu, pelestarian arsip dan naskah kuno menjadi fondasi penting dalam menjaga identitas bangsa.

Semangat tersebut juga sejalan dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan yang menegaskan pentingnya penyelamatan arsip nasional.

“Setiap bangsa membutuhkan arsip. Tanpa arsip, sejarah akan mudah hilang atau dimanipulasi,” menjadi pesan kuat yang mengemuka dalam forum tersebut.

Adapun program Registrasi Arsip sebagai Memori Kolektif Bangsa (MKB) bertujuan membangun basis data arsip bernilai nasional dan universal, meningkatkan akses publik terhadap arsip, menyelamatkan arsip dari risiko musnah, serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya arsip sebagai sumber pengetahuan dan identitas bangsa.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bangun Generasi Berkarakter, SMPN 2 Gebog Gelar Persami Zero Bullying

23 Mei 2026 - 15:44 WIB

English Fun Fest 2026 Sukses Digelar, Bakat Bahasa Inggris Anak-anak Kudus Kian Bersinar

23 Mei 2026 - 09:31 WIB

Hebat dan Berkarakter, SMPN 1 Kudus Lepas 295 Siswa dengan Segudang Prestasi

23 Mei 2026 - 08:30 WIB

PDI Perjuangan Kudus Konsolidasi Total, Targetkan Kemenangan Pemilu Berlanjut

23 Mei 2026 - 07:46 WIB

Di Tengah Krisis Guru dan Banjir, SMP 2 Mejobo Tetap Cetak Prestasi

23 Mei 2026 - 06:50 WIB

Trending di Headline